Home > Perencanaan Keuangan > Panduan Keuangan > Laporan Keuangan

Tabel Laporan Keuangan

Tabel Laporan Keuangan

Satu hal terpenting merencanakan keuangan anda adalah dimulai dari menghitung arus kas anda. Hal ini untuk mengetahui kondisi keuangan anda. Setelah itu ketahui dimana profil risiko keuangan dan baru mulai hitung kebutuhan dan tujuan keuangan anda.

Kami memiliki beberapa tabel laporan keuangan yang dapat membantu anda menganalisa keadaan keuangan anda serta membantu anda mempersiapkan tujuan anda.

1. Laporan Arus Kas
2. Laporan Neraca
3. Rasio Keuangan

Laporan arus kas mengungkapkan jumlah uang yang diterima dan dikeluarkan pada satu periode waktu tertentu. Laporan ini akan memberikan gambaran pola pemasukan dan pengeluaran pada periode tersebut.

Komponen pendapatan berisikan seluruh pendapatan pada suatu periode baik pendapatan tetap ataupun pendapatan insidentil. Sedangakan komponen dari pengeluaran adalah seluruh kegiatan yang menyebabkan uang keluar termasuk memberikan pinjaman dan juga beramal selain belanja kebutuhan periodik.

Pendapatan Bulanan

Pendapatan Utama
Pendapatan Investasi
Pendapatan Lainnya

Total Pendapatan
   

Pengeluaran Bulanan

Tabungan & Investasi
Pengeluaran Rutin
Pengeluaran Lainnya
Pengeluaran Hutang

Total Pengeluaran
   
TOTAL PENDAPATAN Rp 0
TOTAL PENGELUARAN Rp 0

PENDAPATAN BERSIH BULANAN
(TOTAL PENDAPATAN - TOTAL PENGELUARAN)
Rp 0
   

Laporan neraca mengindikasikan aset yang dimiliki beserta kewajibannya pada satu tanggal tertentu. Hal yang diperhatikanadalah posisi aset (kekayaan) dan posisi hutang (kewajiban).

Total kekayaan terdiri dari terdiri dari aset likuid (Kas), aset investasi, serta aset pribadi. Sedangkan total kewajiban terdiri dari hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Selisih dari total kekayaan dengan total kewajiban disebut dengan kekayaan bersih.

Aset

Aset Likuid

(tabungan & deposito)

Aset Investasi

(reksadana, saham, emas, dsb)

Aset Pribadi

(rumah, kendaraan, tanah)


Total Aset
   

Hutang (sisa cicilan hutang)

Hutang Jangka Pendek

(Kartu Kredit, KTA, dsb)

Hutang Jangka Panjang

(kredit rumah, kredit kendaraan dsb)

Hutang Lainnya

Total Hutang
   
TOTAL ASET Rp 0
TOTAL HUTANG Rp 0

KEKAYAAN BERSIH (TOTAL ASET - TOTAL HUTANG) Rp 0
   

Satu hal terpenting merencanakan keuangan anda adalah dimulai dari menghitung arus kas anda. Hal ini untuk mengetahui kondisi keuangan anda. Setelah itu ketahui dimana profil risiko keuangan dan baru mulai hitung kebutuhan dan tujuan keuangan anda.

Berikut merupakan laporan rasio keuangan anda:

RASIO IDEAL AKTUAL DESKRIPSI
LIKUIDITAS 3 - 6 BULAN Isi laporan arus kas untuk melengkapi > Berapa lama tabungan Anda dapat mencukupi pengeluaran bulanan Anda tanpa adanya sumber pendapatan lainnya.
ASET LIKUID MAKSIMAL 15% Isi laporan arus kas untuk melengkapi > Perbandingan antara jumlah aset yang dalam bentuk kas/setara kas terhadap seluruh jumlah aset. jumlah aset likuid yang berlebih sebaiknya diinvestasikan ke dalam instrumen lain yang lebih produktif
TABUNGAN MINIMAL 10% Isi laporan arus kas untuk melengkapi > Perbandingan antara Tabungan & Investasi terhadap Pendapatan.
HUTANG TERHADAP ASET MAKSIMAL 50% Isi laporan neraca untuk melengkapi > Perbandingan antara total hutang dengan aset yang menunjukkan kemampuan pelunasan hutang dengan aset yang kita miliki. Semakin sedikit aset yang diperlukan untuk melunasi seluruh hutang semakin baik.
TOTAL INVESTASI TERHADAP KEKAYAAN BERSIH > 50% Isi laporan neraca untuk melengkapi > Menunjukkan seberapa besar kekayaan yang kita investasikan. Persentase yang semakin besar menunjukkan potensi produktivitas aset yang semakin tinggi.
   
SUMMARY

Likuiditas

Selamat! Anda sudah memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi kebutuhan rutin bulanan Anda antara 3 - 6 bulan. Dana darurat berfungsi untuk menutupi pengeluaran yang bersifat insidentil yang tidak diperhitungkan dalam pengeluaran bulanan Anda. Contoh dari penggunaan dana darurat adalah untuk biaya pengobatan.


Aset Likuid

Selamat! Aset likuid yang Anda miliki sudah dalam rentang yang ideal, yaitu kurang dari 15% total aset Anda. Jumlah aset likuid yang terlalu tinggi akan menurunkan tingkat produktivitas aset Anda.


Tabungan & Investasi

Porsi pendapatan bulanan yang Anda sisihkan untuk tabungan & investasi masih di bawah angka ideal, yaitu minimal 10% dari pendapatan bulanan. Anda dapat meningkatkan rasio ini dengan menambahkan alokasi bulanan Anda untuk menabung / investasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan segera menyisihkan porsi untuk tabungan / investasi setelah mendapatkan pendapatan, sehingga yang Anda tabung / investasikan bukanlah sisa dari pendapatan Anda. Dengan alokasi aset yang konsisten, Anda dapat meningkatkan total aset yang Anda miliki.


Hutang terhadap aset

Selamat! Perbandingan antara total hutang dan aset Anda sudah baik, yaitu di bawah 50%. Dengan kondisi ini apabila hutang Anda harus dilunasi secepatnya, maka maksimal hanya 50% dari aset Anda yang diperlukan untuk melunasinya. Semakin tinggi angka dari rasio ini, maka risiko terjadinya kebangkrutan akan semakin tinggi.


Total investasi terhadap kekayaan bersih

Total aset investasi Anda masih kurang dari porsi yang ideal, yaitu minimal 50% total aset Anda. Apabila ada hutang yang harus segera dilunasi dan aset likuid tidak mencukupi, aset investasi Anda tidak dapat menutupi kekurangan tersebut sehingga kondisi finansial Anda akan terdampak. Untuk peningkatan aset investasi, Anda dapat meningkatkan porsi investasi bulanan dari pendapatan yang Anda terima.


Kirim ke Email