Laporan Finansial
HomeReferensiPustakaLaporan Finansial

Tag : Pustaka

Perubahan terakhir: 17 Dec 2014

Mengapa kita perlu laporan finansial?

Dalam membuat perencanaan keuangan, kita membutuhkan data mengenai kondisi keuangan kita saat ini. Data yang kita butuhkan dapat kita temukan pada dua laporan keuangan yaitu laporan arus kas dan laporan neraca.

Laporan arus kas berisikan catatan mengenai transaksi bulanan yang kita lakukan yang terdiri dari kas masuk dan kas keluar. Dengan mencatat kedua jenis transaksi tersebut kita akan dapat mengetahui sumber-sumber pendapatan, pola pembelanjaan, pos pos pembelanjaan, serta apakah setiap bulannya kita mengalami surplus atau defisit. Informasi yang tercantum pada laporan arus kas dapat membantu kita menentukan prioritas pembelanjaan kita setiap bulannya. Surplus atau defisit arus kas bulanan akan menentukan langkah kita berikutnya, jika kita mengalami defisit kita dapat melihat pos mana yang memiliki pembelanjaan terbesar tiap bulannya. Lalu kita akan dapat menentukan mana pos yang perlu kita batasi dan mana pos yang perlu kita tambahkan alokasinya. Ketika kita mengalami surplus, maka kita dapat memikirkan alokasi yang sesuai dengan tujuan finansial yang ingin kita capai.

Laporan neraca berisikan rincian dari seluruh aset dan kewajian atau hutang yang kita miliki. Fungsi utama dari laporan neraca adalah menunjukkan nilai kekayaan bersih seseorang yang didapat dari selisih antara aset dengan kewajiban. Pencatatan aset pada neraca dapat dibagi menjadi aset lancar, aset pribadi, serta aset investasi. Aset lancar terdiri dari aset yang mudah untuk diuangkan atau dijadikan untuk alat pembayaran seperti kas, deposito, ataupun emas. Idealnya jumlah aset lancar tidak melebihi 10% dari total aset yang kita miliki. Seluruh aset yang kita butuhkan dan kita gunakan sehari-hari dikategorikan sebagai aset pribadi, seperti rumah yang ditinggali, kendaraan yang digunakan, gadget, perabot, dsb. Selebihnya, aset yang tidak kita gunakan dan dapat menghasilkan tambahan pendapatan atau akan memiliki nilai yang lebih tinggi di masa yang akan datang dapat dikategorikan sebgai aset investasi bersama aset finansial lainnya. Kewajiban dikategorikan berdasarkan jangka waktu jatuh temponya, yaitu kewajiban yang dibawah 1 tahun dikategorikan sebagai jangka pendek dan selebihnya jangka panjang. Neraca biasanya dibuat setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali.

Apa itu rasio finansial?

Rasio finansial adalah perbandingan antar komponen laporan keuangan untuk mengukur seberapa sehatkah kondisi finansial kita. Jika kita secara rutin melakukan medical check up, maka financial check up juga perlu dilakukan secara rutin. Berikut adalah beberapa rasio finansial:

Rasio Perhitungan Ideal Keterangan
Likuiditas Kas & Setara Kas / Pengeluaran 3 – 6 bulan Dana darurat. Berapa lama kita dapat bertahan untuk memenuhi pengeluaran bulanan dengan uang kas atau setara kas
Aset Likuid Kas & Setara Kas/ Nilai Bersih Kekayaan Maks 15% Besarnya nilai bersih kekayaan dalam yang berbentuk kas. Jika rasio jauh melebihi angka ideal dapat melakukan alokasi aset ke instrumen lain.
Tabungan Tabungan / Pendapatan Kotor Min 10% Dana yang disisihkan dari pendapatan bulanan untuk investasi / konsunmsi di masa depan.
Debt to Asset Hutang / Aset Maks 50% Perbandingan antara total kewajiban dengan total aset. Menunjukkan seberapa banyak aset yang dibutuhkan untuk melunasi seluruh kewajiban.
Net Investment Asset to Net Worth Ratio Total Aset Investasi / Nilai Bersih Kekayaan