Perencanaan Keuangan
HomeReferensiPustakaPerencanaan Keuangan

Tag : Pustaka

Perubahan terakhir: 20 Nov 2014

Apa itu perencanaan keuangan?

Perencanaan keuangan adalah suatu proses mencapai tujuan hidup seseorang melalui manajemen keuangan yang terencana. Proses perencanaan keuangan dimulai dari menentukan tujuan finansial, mengevaluasi kondisi finansial, memilih instrumen keuangan, inplementasi perencanaan, dan memonitor penerapan rencana keuangan.

Penentuan tujuan adalah langkah pertama yang akan menentukan segala detail perencanaan keuangan ke depannya. Tujuan finansial dapat berupa keinginan untuk memiliki sebuah bisnis dalam 5 tahun, atau keinginan untuk memiliki rumah dalam 3 tahun, atau menyiapkan dana pendidikan untuk anak hinggga perguruan tinggi. Semakin detail suatu tujuan maka semakin baik pula perencanaan yang dapat dilakukan. Dalam menetapkan tujuan finansial, yang harus dipertimbangkan adalah jangka waktu pencapaiannya serta seberap tinggi tingkat risiko yang dapat ditanggung untuk mencapainya

Setelah mengetahui secara detail apa tujuan finansial yang ingin dicapai, berikutnya kita akan melihat apa yang sudah kita miliki dalam kondisi kita saat ini. alat bantu yang dapat membantu kita untuk melihat kondisi finansial kita saat ini adalah laporan arus kas serta neraca. Laporan arus kas akan memberikan gambaran mengenai kondisi surplus atau defisit kita secara bulanan sehingga kita dapat mengetahui pola pembelanjaan kita. Sedangkan neraca akan menggambarkan kondisi kekayaan kita dengan menjabarka seluruh aset yang kita miliki dibandingkan dengan seluruh kewajiban atau hutang yang kita miliki. Selisih antara total aset dan kewajiban kita disebut dengan kekayaan bersih.

Dengan mengetahui gambaran yang jelas mengenai kondisi finansial kita pada saat ini kita dapat mengembangkan alternatif untuk mencapai tujuan finansial yang telah kita tentukan di awal. Inforamsi yang didapat dari laporan arus kas dan neraca akan digunakan untuk menentukan instrumen keuangan apa yang sesuai untuk mencapai tujuan finansial yang kita inginkan.

Dari berbagai alternatif yang telah kita kembangkan, berikutnya akan dipilih instrumen keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan finansial sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dalam memilih instrumen finansial hal yang harus diperhatikan adalah hubungan antara imbal hasil dan risiko, apakah risiko yang ditanggung sebanding dengan potensi imbal hasil yang dapat diberikan.

Setelah kita mengimplementasikan perencanaan keuangan, kita harus memeantau secara berkala apakah perencanaan yang telah kita terapkan masih mengarah untuk mencapai tujuan yang telah kita tentukan. Apabila terjadi perbedaan atau perubahan pada tujuan, maka perencanaan harus disesuaikan kembali dengan perubahan yang terjadi. Perubahan dari perencanaan antara lain dapat berupa detail perencanaan yang berubah, perubahan kondisi perekonomian, perubahan kondisi ekonomi pribadi, atau bahkan perubahan tujuan.

Mengapa kita perlu perencanaan keuangan?

Perencanaan keuangan dibutuhkan karena manusia memiliki keinginan dan kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas. Keinginan dan kebutuhan tersebut akan terus berubah seiring dengan berubahnya kondisi kehidupan sesuai dengan siklus kehidupan. Siklus kehidupan dimulai pada saat sesornag sudah tidak bergantung lagi kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Secara garis besar siklus kehidupan dibagi ke tiga fase utama yaitu fase akumulasi, fase konsolidasi, dan fase distribusi. Ketiga fase ini dibagi berdasarkan pola pengelolaan kekayaan. Fase akumulasi berawal pada saat seseorang mulai mememnuhi kebutuhannya sendiri hingga ia menikah dan memiliki anak. Pada saat memiliki anak hingga anak tumbuh dewasa dan mandiri maka ia telah memasuki fase konsolidasi yang berakhir pada saat menjelang pensiun di mana fase distribusi dimulai.

Perencanaan keuangan diperlukan agar kita dapat mempersiapkan sebaik mungkin kebutuhan finansial kita di setiap fase dari siklus hidup tersebut. Dengan melakukan perencanaan keuangan, kita akan mengetahui apa yang kita miliki saat ini, apa yang kita inginkan di masa depan, dan bagaimana kita dapat mencapai tujuan finansial kita.

Perencanaan keuangan adalah suatu proses yang berlangsung secara terus menerus, bukan suatu hal yang dilakukan sekali dalam seumur hidup. Setiap kali kita memiliki tujuan hidup yang baru, maka kita harus menyesuaikan perencanaan keuangannya. Tidak ada kata terlalu dini atau terlambat untuk memulai perencanaan keuangan.